Minggu, 09 Oktober 2011

Beban dari Buah Tangan

Saya pecinta jalan-jalan.  Nikmat sekali rasanya ketika memberikan hadiah kepada kedua mata ini hal lain yg bisa dilihat selain gedung-gedung tinggi dan kemacetan ibukota yg sumpah sumpeknya, gak bosan-bosan! 
Menikmati pemandangan gunung, pohon, hutan, pantai dan laut biru yg membentang tanpa batas adalah kenikmatan dunia dari kemurahan hati Sang Pencipta.

Berhubung saya termasuk orang yg buying experience not buying clothing or shopping jadilah setiap liburan tak pernah memasukkan list untuk jalan-jalan ke tempat perbelanjaan. Kalau tak perlu benar membeli barang pada saat traveling maka tak perlulah melangkahkan kaki kesana. Waktu yg bersisa lebih baik digunakan untuk hal yg tidak bisa didapat di Ibukota Jakarta.

Permasalahannya sekarang adalah pada saat kita pergi ke suatu tempat dan orang mengetahui itu, tak pelak mereka pasti meminta oleh-oleh. 
Aku tak tahu orang lain, tapi bila Ia meminta itu berarti amanah.  Amanah itu bila tidak dijalankan berdosa bukan?
Walaupun kita bisa menghindar dengan seribu alasan tapi tetap saja dihati selalu ada yg mengganjal. 

Padahal untuk beli oleh-oleh itu harus meluangkan waktu karena harus mencari tempat khusus yang memang menjual oleh-oleh khas tempat tersebut. Sedangkan bila waktu itu digunakan untuk berkunjung ke museum atau ke pantai yg jaraknya dekat dengan bandara, bukankah lebih berharga?

Salam Sahabat,
Kembangkol

Tidak ada komentar:

Posting Komentar