Minggu, 30 September 2012

Cocok ?


Begini ceritanya,
seorang teman menyukai pria.
rasa itu berawal dari canda,
siapa sangka setelah bicara,
ia beneran suka.

Sayangnya pria itu telah berdua,
maka ia redam rasanya,
ia jauhi pula orangnya.
Apa daya, semesta justru mendekatkan.
Mereka akrab dan rasa makin membludak.
Benih-benih rasa tanpa sadar juga telah tumbuh dihati si pria.

Temanku resah, ia menangis dan berdoa,
memohon petunjuk dari Tuhannya.
Pintanya terkabul, mereka dijauhkan.
Temanku ditugaskan keluar kota.

Kini mereka jauh dan temanku.., berhenti menyapa.
Ia mencoba melepaskannya, bukan melupakan, mengikhlaskan bahwa kenyataan tidak selalu terjadi hanya karena dia ingin.

Pria itu mengerti.
Walaupun Ia masih mencari tahu,
karena rasa rindu tak bisa ia tipu.
Sesekali Ia menaruh cemburu pada perempuan yang menyapa,
perempuan yang lebih baik untuknya,
pasangan yang lebih cocok untuknya.

Harusnya Ia turut bahagia meski sakit tertoreh luka.

................................................
................................................

"Aku sadar ketika kau malu-malu menatapku, hatiku berbisik kalau kau suka padaku. Aku ingin kita bicara seperti dulu, aku rindu ceriamu. 
Dan sungguh, mendadak aku bingung mencari tahu ketika kau menjauh. Tapi rasaku dan rasamu ini salah karena faktanya menyakiti kita."


Tidak ada komentar:

Posting Komentar