Sabtu, 09 Mei 2015

Delay bukan Cancel

Assalammualaikum teman.. 
Entah sudah berapa lama saya  meninggalkan blog ini.  Blog yang dibuat oleh Kami, tapi  justru belakangan ini lebih sering saya sendiri yang masih ada.. hehehe

Mungkin Kacang Merah sedang lelah atau sibuk atau lupa?! hehehe, ya sudahlah.

Saya si kembang kol, sepertinya hampir semua cerita travelling di blog ini saya yang mengisi ya? Namun sedikit curhat mungkin si kembang kol ini akan menghentikan perjalanan backpacker untuk sementara waktu. Kenapa ?

Foto dibawah ini alasannya:
"Tidak boleh seorang wanita bepergian kecuali bersama muhrimnya..."

Tidak hanya sekali tapi disebutkan lagi :


Kedua foto diatas diambil dari buku Hadist Bukhori. 

Iyes, sebagai seorang yang doyan travelling fakta tersebut cukup menusuk saya dan juga partner travelling saya, Ela. Travelling itu seperti sebuah hadiah, layaknya oase diantara kebosanan hidup.

Ela yang paling tampak terpukul. Ia tidak bisa menerima kenyataan bahwa dia tidak bisa lagi travelling seperti sebelumnya. Padahal seminggu lagi kami sudah planning untuk pergi ke Green Canyon bersama teman-teman dari Bandung, yang diantaranya ada lelakinya (kembali ke hadist diatas) maka bubarlah trip tersebut. Pada akhirnya semakin banyak yang sedih.

Mungkin ini jawaban dari pinta saya untuk diijinkan pergi ke Turki..

Sebenarnya saya cukup beruntung karena Alloh SWT baru memberitahukan hal ini, sekarang. 
Bulan April kemarin saja, saya dan Ela juga beberapa teman perempuan baru saja pulang dari Hong kong dan bulan Februari kami juga baru pulang dari Thailand, bahkan tahun lalu saya dan Ela juga baru umroh.

Tahun lalu adalah bulan-bulan travelling saya yang padat. Saya ke Belitung, Doha, Singapore, Flores bahkan untuk pertama kalinya saya naik gunung yaitu Papandayan!
Bisa dibayangkan saya naik gunung otomatis lebih banyak dikelilingi laki-laki dibanding perempuannya. 

Ya sudahlah, masa-masa jahiliyah tak perlu diingat kembali. Kita moving on saja, seperti kata Bang Ridho Roma. Ahahaha.

Saya katakan pada Ela juga pada diri sendiri, ini cuma di-delay bukan cancel
Kita masih bisa travelling selama ditemani Muhrim/Mahrom yaitu saudara laki-laki atau suami kita. Aamiin.. (mendadak terselip doa :)

Saya sempat mendiskusikan hal ini dengan teman laki-laki, dia ikutan mencari tahu. Dia bertanya sama temannya, dia juga mencoba browsing kemana-mana.
Pada akhirnya kita bisa saja mencari alasan, seakan ingin mencari celah. Namun inti sebenarnya ketika sudah tahu lalu mencari-cari pembenaran yang lain rasanya jadi seperti anak yang tidak mau nurut, padahal hadist tersebut jelas-jelas untuk kebaikan perempuan sendiri. 

Hingga akhirnya teman saya berkesimpulan : "Bener-bener ya, Perempuan itu dilindungi banget.."




Tidak ada komentar:

Posting Komentar