Rabu, 17 Agustus 2011

Singa, Si Raja Hutan dan Nyamuk kecil

Suatu hari seekor Singa, si Raja Hutan sedang beristirahat di sarangnya. Berbaring santai menikmati sepoi angin dan seraya menyisir pemandangan hutan kuasanya. 
Mendadak seekor nyamuk melayang-layang didepan wajahnya.
Nyamuk berseru riang,"Assalammualaikum singa!".
Singa itu tak membalas dia membuang muka dengan angkuhnya. Dalam hati ia bergumam "siapa engkau berani-berani menyapaku, si Raja hutan."
Nyamuk itu tak jua pergi ia tetap melayang-layang didepan wajah singa, mencoba terus menyapa si singa, "Assalamualaikum wahai singaa!!"serunya lebih kencang, Ia takut singa tak mendengar salamnya. 
"Pergi sana kau nyamuk kecil! kau mau mati ya!"Ancam singa yg emosi.
"Wah jangan sombong hanya karena kau besar! yg Maha besar itu Allah" kata Nyamuk menasehati.
"Aku ini Raja Hutan, jangan main-main denganku!"
"Tidak ada Raja di hutan ini, Allah yg menciptakan semuanya."
Singa mengaum marah,  Ia tak mau dibantah. 
Seketika itu pula tangannya bergerak untuk menangkap nyamuk.  Si nyamuk terbang menghindar dan hinggap tepat dimata Singa. Tangan singa yg telah siap dengan cakarnya, langsung menghunus matanya sendiri. Singa meronta kesakitan, amarahnya meninggi. Ia mengaum marah dan sangat ingin membalas nyamuk.  Tangannya mengikuti kemana nyamuk terbang.   Nyamuk kemudian terbang kembali dan hinggap di badan singa, seketika itu pula cakar singa mengoyak badannya sendiri.  Ia kembali mengaum kesakitan.  Tapi emosinya tak pula reda, semakin ingin membunuh si nyamuk. Maka setiap nyamuk hinggap dibadan atau ditelinga atau dikaki singa, saat itu pula cakarnya melukai tubuhnya sendiri.  
Tak lama setelah itu tubuh singa pun telah berlumuran darah karena terluka oleh cakarnya sendiri.

Begitulah, kita tidak boleh sombong hanya karena kita lebih dari orang lain.  Dan janganlah menyepelekan orang kecil karena hidup ini akan sangat mudah dibolak balikkan oleh Allah.

Salam,
KembangKol









Tidak ada komentar:

Posting Komentar