Senin, 20 Mei 2013

REVIEW RECTOVERSO YANG TERLALU TERLAMBAT

menyedihkan memang. cinta tapi tak bisa diucapkan, karena berbagai halangan.

tapi kenapa tak juga diucapkan ketika ada kesempatan? apakah menunggu saat yang tepat? bagaimana jika saat yang tepat tak pernah ada, tak pernah sampai kepadanya…
seperti Senja yang tak sempat menyampaikan apa yang dia rasa pada Panca, hingga akhir hidupnya

atau Al, yang memilih untuk mencintai dan mengagumi dari belakang, ia memilih untuk menyimpan rapat-rapat rasanya karena Raga mencari ketenangan hidup, bukan cinta

atau Abang, yang hanya mampu mengutarakan cinta dengan caranya sendiri, tapi pada akhirnya tak cukup untuk membuat Leia tak pergi

atau bahkan Taja, yang mencintai Saras, istri sahabatnya sendiri, dan juga Saras yang mencintai Taja, sahabat suaminya sendiri.

dan Reggie, yang dengan setia mendengarkan curhat dan keluh kesah kisah asmara Amanda, sahabat yang diam-diam dicintainya sepenuh hati.

kadang memang ada hal-hal yang lebih baik tidak diucapkan. cukup dipendam dalam hati untuk menjaga agar semuanya tetap seperti sediakala. 

tapi jika rasa itu sudah memenuhi relung hati, ikut mengalir bersama darah di nadi, diam di situ dan tak mau pergi meskipun sudah berusaha diusir setengah mati, lalu bagaimana?
haruskah tetap diam?

pada akhirnya, setiap pasangan dalam film ini tahu. tahu dan saling memberi tahu dengan cara mereka masing-masing. dan apa yang mereka rasakan setelah tahu tapi tak bisa bersatu? hanya mereka yang tahu. 

atau mau coba rasakan sendiri?

image

Tidak ada komentar:

Posting Komentar